Selasa, 22 Juli 2008

pics before kick off


Baca Selengkapnya.....

persib kalah dari persija

Laga Persib melawan Persija pada Liga Super Indonesia (LSI) 2008 di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (20/7) berlangsung rusuh. Penonton terlibat bentrokan dengan petugas keamanan. Mereka saling melempar benda keras. Kondisi itu memaksa petugas masuk ke lapangan untuk menghindari lemparan.

Pertandingan berakhir untuk kemenangan Persija dengan skor 3-2. Pada pertandingan, pemain kedua tim bermain sportif. Wasit Alil Rinenggo terpaksa menghentikan pertandingan pada menit ke-86 karena suasana di lapangan berubah menjadi kacau. Pertandingan terhenti kurang lebih 25 menit. Untuk melampiaskan kekecewaannya terhadap penampilan Persib, penonton melakukan aksi pembakaran kertas di tribun timur, utara, dan selatan.

Penonton mulai bertindak anarkistis ketika wasit mengesahkan gol ketiga Persija yang dicetak Bambang Pamungkas pada menit ke-76. Penonton menilai gol tersebut berbau offside. Sebelumnya, bobotoh dibuat kecewa ketika wasit tidak menghukum Persija dengan tendangan penalti, saat Bastos dijatuhkan pemain belakang Persija.

Wasit membayar kesalahan itu dengan memberikan hukuman penalti setelah Hilton Moreira dijatuhkan meski di luar kotak penalti. Sayangnya, Hilton gagal mengeksekusi penalti dengan baik. Bola tendangannya melebar meski kiper Persija Hendro Kartiko sudah mati langkah.

Setelah itu, kericuhan mulai terjadi. Penonton di tribun selatan melakukan pelemparan ke petugas keamanan. Petugas tidak tinggal diam dan melakukan aksi balasan. Insiden ini menelan korban dari pihak petugas ataupun bobotoh. Mereka mengalami luka terutama di bagian kepala karena terkena lemparan batu.

Penonton yang tidak berkarcis juga sempat menjebol pintu timur bagian utara untuk melihat pertandingan. Untungnya, petugas bisa menghalaunya. Kapolwiltabes Bandung Kombes Bambang Suparsono didampingi Kasatreskrim AKBP Hendro Pandowo mengungkapkan, dalam peristiwa itu enam polisi dan tiga dari TNI mengalami luka akibat lemparan batu. “Semuanya dilarikan ke RS Sartika Asih,” kata Bambang.

Setelah suasana dapat dikendalikan, pertandingan bisa dilanjutkan lagi. Kerusuhan di dalam stadion berimbas hingga ke luar stadion. Oknum bobotoh mulai terpancing melakukan aksi perusakan terhadap kendaraan, terutama dengan nomor polisi B. Mobil yang dirusak adalah Kijang Innova nopol B 7555 SJ di Jln. Merdeka, Innova nopol B 8691 MN penyok bagian pintu belakangnya dan rusak spionnya di Jln. Banda, Kijang kapsul nopol B 3591 BM pintunya rusak, Avanza nopol B 8906 JX kaca belakangnya pecah, Honda Jazz nopol B 7498 DC pecah kaca depannya, dan Renault nopol D 1523 UB hancur kacanya.

I Made Rajiv Permadi, pemilik Kijang kapsul nopol B 8691 MN mengatakan, ketika melewati Jln. Banda, datang sekelompok pendukung Persib dan memukul kendaraannya. “Pintu belakang mobil saya penyok dan spion hancur. Saya nggak tahu mau minta ganti pada siapa. Saya sudah lapor polisi,” kata Rajiv.

Dalam kerusuhan tersebut, Kapolwiltabes menjelaskan, polisi telah menahan tiga orang yang diduga melakukan pelemparan terhadap dua ruang pamer (showroom) di Jln. Merdeka Bandung. Wakasatserse Kompol Arief Rahman yang tengah berada di lokasi langsung menangkap mereka. Barang bukti yang diamankan adalah sepeda motor Yamaha Mio.

Salah seorang sakti mata, Wawan Darmawan mengatakan, di Jln. A. H. Nasution, dua mobil berpelat nomor B kacanya rusak parah akibat dilempari batu. Bahkan, mobil Toyota Hi Ace berpelat nomor E, seluruh kaca mobilnya rusak parah.

Mobil-mobil berpelat nomor B di daerah Pasteur juga tak pelak menjadi sasaran. Menurut saksi mata, Hendri Winoto, tidak sedikit oknum bobotoh yang mencabuti bendera partai dan tiangnya, lalu memukulkannya ke mobil pelat B yang lewat.

Mental tangguh

Kemenangan Persija tidak lepas dari mental bertanding Bambang Pamungkas dkk. yang tangguh. Meski mendapat teror penonton, mereka bisa main lepas dan mengendalikan permainan. Sebaliknya, mental Eka Ramdani dkk. tertekan karena terbebani tuntutan harus menang. Hilton Moreira tampil di bawah form. Pemain asal Brasil ini lebih banyak bermain di lapangan tengah dan membantu pertahanan. Dia beberapa kali melakukan kesalahan umpan.

Persib membuat gol cepat melalui Zaenal Arif ketika pertandingan berlangsung 2 menit. Gol tersebut, ternyata tidak menggoyahkan mental pemain Persija. Usaha Persija membuahkan hasil melalui sundulan Abanda Herman memanfaatkan umpan tendangan penjuru pada menit ke-10.

Persija menambah gol kedua menit ke-63 melalui Robertino. Ia memanfaatkan bola muntah sundulan Maman Abdurrahman. Tendangannya mengarah ke pojok kanan, tanpa bisa diantisipasi kiper Cecep Supriatna.

Gol ketiga Persija lahir melalui Bambang Pamungkas setelah menerima umpan dari Aliyudin. Cecep tidak bereaksi saat bola mengarah ke pojok kiri gawang.

Persib mendapat tendangan penalti kedua, setelah tangan Robertino menyentuh bola. Bastos yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk memperkecil kekalahan menjadi 3-2.

Pelatih Persib Jaya Hartono mengakui anak asuhnya tidak bermain optimal. Penampilan Hilton Moreira tidak seperti biasanya, padahal “Pangeran Biru” sudah lebih dulu merobek gawang Persija. Namun, gol cepat itu membuat pemain lengah. “Begitu gol, mereka mulai menganggap enteng lawan. Tidak ada pressing lagi. Kolektivitas yang kemarin (lawan Persela) ditunjukkan tidak ada lagi,” tuturnya.

Kelengahan itu menyebabkan permainan dengan mudah disetir oleh lawan. Lini tengah mengalami krisis. Terlebih lagi komunikasi antarpemain kembali memburuk. “Saya akui lini tengah kami kalah. Pemain tidak saling bicara, tidak ada komunikasi,” kata Jaya.

Pelatih Persija Danurwindo menyatakan kekecewaannya terhadap insiden yang terjadi. “Saya kecewa dengan adanya kerusuhan, padahal pertandingan sebelumnya berjalan dengan bagus dan enak ditonton. Tempo permainan juga tinggi,” ucap Danurwindo.

Baca Selengkapnya.....

Jumat, 18 Juli 2008

persib anu aing



DADAHA, biasana lamun Poe Sabtu teh komplex olahraga Dadaha teu rame-rame teuing, basa Poe Sabtu nu katukang mah rame euy.. jalma oge pasesedek, disakuriling lapang bola ngajajar nu daragang kaos. Singhoreng simanahoreng aya nu diadu jajaten nyaeta Persitas ngalawan Persib Bandung.
"Mang aya kaos Persitas ?"
"Waduh..teu aya kaos Persitas mah."
"Naha geuning teu aya..kapanan ayeuna rek tanding."
"Muhun, sadaya oge ngicalan kaos Persib"
"Naha atuh Mang padahal ngicalan kaos persitas Insya Allah pajeng."
"Kantos sih abdi oge ngadamel, ngan teu kenging ku pengurus Persitas."
"Naon ceunah sababna ?"
"Puguh duka...ceunah pokona teu kenging we, kedah aya ijin ti Persitas."
"Padahal salahsahiji anu ngagedekeun wawanen tur anu mere sumanget kana klub teh kapanan bobotoh, ari kaos-kaos wae meni teu beunang mamake."
"Jigana bade diicalan ku pihak Persitas langsung meureun nya?"
"Ah..lamun mah enya aya, kuring rek meuli Mang.."
"Keun we atuh mamake kaos Persib oge, yang penting dalamnya Persitas.."
"Ha.ha.ha.....bisa wae si Emang mah, beu atuh kadieu, da sarua ari keur tingkat Jawa barat mah kuring ngadukung Persib, ngan ari tingkat daerah mah nya Persitas atuh Mang."
"Istilah bobotoh mah meureun kieu, Persib nu aing, Persitas nu Kuring."
"Tah..enya kitu..!"
Pondok carita, asup we ka jero lapang, tuluy gek diuk na bangku tembok, sanes bangku cadangan :)
Panongton meni pinuh, lamun dipersenkeun mah aya kana 98% na Dadaha dipinuhan ku warna biru, sisana warna-warni teu make kaos saragam team.
Na jero hate ngagerendeng, deudeuh teuing Persitas...maen di kandang sorangan teu boga bobotoh, keun we Jang...kajeun aing mamake kaos Biruna Persib..hate jeung jorowok aing mah tetep keur Persitas. Beulah kencaeun kuring aya nu nanya bari semu kerung, "Eta kunaon mamake kaos Persib, tapi kalahka ngabela musuh ?"
"Husss..kuring teh sarua bootoh Persib, ngan kuring oge Urang Tasik, nya wajar we ngabela klub pribumi." tembal kuring
"Aeh..enya kapanan ieu teh pertandingan persahabatan nya."
Piluit panjang ditiup ku wasit, tandana rengsena pertandingan, walhasil 0-6 keur kameunangan Persib. Burusut we bobotoh muru pamaen Persib, aya nu menta tandatangan ka Zaenal Arif, Salim, Jimanes, Sonny, Yaris (Jeki Chan), Leo pamaen anyar Persib jeung rea-rea deui. Ah..kuring mah ngagandeuang we leumpang nyampeurkeun pamaen Persitas, tuluy gap sasalaman, "Kang Nuhunnya, maen teh geus alus euy...geus untung bisa nahan skore sakitu oge, Insya Allah kapayuna mah Persitas bisa langkung maju nya."
Ari Pamaen Persitas mung ukur bisa seuri leutik, bari nyanghunjar bangun nu kacapean, da eta katingalina meni boborot ku kesang badag oge kesang lembut.
Beres nganuhunkeun ka pamaen-pamaen Persitas, kuring ngahaja nyampeurkeun kumpulan wasit anu keur narangtung dipojok, kabeh tiluanana wasit kumpul didinya.
"Pa hatur nuhun pertandingan teh tos berjalan kalayan tartib." cekeng bari tuluy gap sasalaman
"Sami-sami." tembal wasit meh bareng bangun anu atoh aya nu nyampeurkeun ti pihak Bobotoh.
"Pa dijero kaos ieu..eusina Persitas." cekeng bari tuluy ngaleos.
Mudah-mudahan pihak pengelola Persitas dina hal ieu Pamarentah Daerah, tiasa langkung merhatoskeun Persitas.
Bravo Persitas
Hidup Persib.

Baca Selengkapnya.....

apa sebenarnya cinta itu ??

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur...?

Ketika kita menangis?

Ketika kita membayangkan?

Ini karena hal terindah di dunia yang tak terlihat...



Ketika kita menemui seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita

Kita bergabung dengannya dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa

Yang dinamakan "Cinta"...



Ada hal-hal yang tak ingin kita lepaskan, Seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,

Tapi...melepaskan bukan akhir dari dunia, Melainkan awal suatu kehidupan baru...

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,

mereka yang tersakiti,

mereka yang telah dan tengah mencari dan

mereka yang telah mencoba...

Karena merekalah yang bisa menghargai

betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka...



Cinta yang sebenarnya adalah...

Ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya,

Ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia,

Ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata

"Aku Turut Berbahagia Untukmu..."



Apabila cintamu tak bertemu...

Bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali lagi kealam bebas

Kau mungkin menyadari, Bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya...

Tapi...Ketika cinta itu mati, Kamu tidak perlu mati bersama cinta itu...



Orang yang berbahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya...

Melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh...

Entah bagaimana...dalam perjalanan kehidupan,

Kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri

dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada,

Cintamu akan tetap ada dihati orang-orang yang pernah kamu cintai,

sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat...



Mencintai...



Bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,

melainkan bagaimana kamu memaafkannya...

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti...

Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan...

Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan...



Lebih menyakitkan menangis dalam hati, dari pada menagis tersedu atau mengadu...

Air mata yang keluar dapat dihapus,

Sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka dihatimu

yang tak akan pernah hilang...



Sayang...Dalam Cinta kita sangat jarang peduli...

Tapi ketika cinta itu tulus,

meskipun kau acuhkan...Cinta tetap mulia

dan kamu seharusnya berbahagia,

Karena hatimu dapat mencintai seseorang yang kamu sayang...



Mungkin akan tiba saatnya, dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang...

Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita,

melainkan karena kita menyadari...bahwa orang itu akan lebih berbahagia

apabila kita melepaskannya...



Kadang kala, orang yang paling mencintaimu adalah

orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu,

Karena takut kau berpaling dan menjaga atau memberi jarak padanya...

Dan bila suatu saat dia pergi,

Kamu akan menyadari bahwa ia adalah cinta yang tidak kamu sadari...



Maka...mengapa kau tak mengungkapkan cintamu, bila kau memang mencintainya...

Meskipun kamu tau,

Apakah Cinta itu ada juga padanya...!!

Baca Selengkapnya.....

Senin, 07 Juli 2008

personil laruku




Baca Selengkapnya.....

hyde larc-en-ciel



HYDE adalah vokalis grup musik Jepang, L'Arc~en~Ciel. Penulisan namanya sebagai solo artis adalah HYDE (semua huruf kapital), dan hyde (semua huruf kecil) jika mengatasnamakan sebagai vokalis L'Arc~en~Ciel.

HYDE lahir pada tanggal 29 Januari 1968 (disadur langsung dari petikan wawancara dengan Utaban pada 1998) di kota Wakayama, Prefektur Wakayama, Jepang. Bergabung dengan band L'Arc~en~Ciel pada tahun 1991 setelah meninggalkan posisinya sebagai gitaris di band terdahulu Jerussalem's Rod.

Karier solonya dimulai pada tahun 2001 dengan mengeluarkan beberapa singel seperti "Shallow sleep", "Evergreen" dan "Angel's Tale". Album solo pertamanya keluar pada tahun 2002 yang berjudul Roentgen. Vakumnya L'Arc~en~Ciel selepas rilis singel "Jiyuu e no Shoutai" (2004) memberikan kebebasan HYDE untuk bersolo karier disamping menjadi vokalis L'Arc~en~Ciel. Pada masa solo kariernya, HYDE juga sempat bermain dalam film Moonchild (yang dibintanginya bersama Gackt) dan Kagen no Tsuki (bersama Hiroki Narimiya).

Baca Selengkapnya.....

Minggu, 29 Juni 2008

kitaro



Masa muda

Sewaktu di SMU ia menyukai musik Soul dan Rhythm & Blues. Ia belajar bermain gitar listrik dan pentas dengan band-nya, "Albatross" di pesta-pesta dan klub-klub. Pada masa itu ia sangat dipengaruhi oleh Otis Redding, seorang pemusik R&B Amerika. "Rhythm and blues mempunyai suatu kedalaman, emosi, bagaimana harus saya katakan? Penonton merasakan emosi yang sama dari msuik saya. Musik saya bukan rhythm and blues, tetapi terasa seperti soul."

Pada awal tahun 1970-an ia sama sekali berganti haluan dan bermain keyboard. Ia bergabung dengan "Far East Family Band" dan mengadakan kunjungan keliling dunia bersama band tersebut. Di Eropa ia bertemu dengan pemusik synthesizer Jerman dan salah satu pendiri Tangerine Dream, Klaus Schulze. Schulze memproduksi dua album untuk band itu, dan memberikan beberapa petunjuk kepada Kitaru tentang bagaimana menggunakan synthesizer.

Pada 1976 ia meninggalkan band itu dan berkeliling di Asia (Tiongkok, Laos, Thailand, India).

Karier solo

Kembali ke Jepang, Kitaro memulai karier solonya pada 1977. Dua album pertamanya Ten Kai dan From the Full Moon Story menjadi favorit para penggemar dari gerakan Zaman Baru yang baru saja lahir. Tetapi musik untuk seri film NHK "Silk Road"lah yang terkenal, yang membuatnya menjadi perhatian dunia internasional.

Ia menandatangani perjanjian distribusi di seluruh dunia dengan Geffen Records pada 1986. Pada 1987 ia bekerja sama dengan berbagai pemusik, misalnya dengan Micky Hart (Grateful Dead) dan Jon Anderson (Yes) dan penjualan rekamannya melangit hingga 10 juta kopi di seluruh dunia. Selain itu, ia dinominasikan dua kali untuk Grammy dan musik iringannya (untuk film "Heaven & Earth") memenangi hadiah 1994 sebagai karya musik orisinal terbaik. Sukses musiknya yang terbesar adalah Hadiah Grammy 2001 untuk albumnya Thinking of You.

Kehidupan pribadi

Kitaro adalah seorang bintang, tetapi ia sangat sederhana. "Alam mengilhami saya. Saya hanyalah seorang utusan," katanya. "Bagi saya, sebagian lagu bagaikan awan-awan, sebagian lagi bagaikan air." Sejak 1983 penghargaannya akan alam membuat Kitaro setiap tahun mengucap syukur kepada Ibu Pertiwi dalam sebuah "konser" khusus di Gunung Fuji atau di dekat rumahnya di Colorado. Pada saat bulan purnama di bulan Agustus, ia memukul drum Taiko dari senja hingga fajar. Seringkali tangannya berdarah-darah, namun ia terus memukul.

Dari 1983 hingga 1990 ia hidup bersama istrinya yang pertama, Yuki Taoka. Yuki adalah anak perempuan Kazuo Taoka, godfather dari Yamaguchi-gumi, sindikat Yakuza terbesar. Kitaro dan Yuki mempunyai seorang anak laki-kali, Ryunosuke, yang tinggal di Jepang. Mereka berpisah karena Kitaro bekerja umumnya di Amerika Serikat, sementara Yuki tinggal dan bekerja di Jepang. Pada pertengahan 1990-an Kitaro menikah dengan Keiko Matsubara, seorang pemusik yang bermain pada beberapa albumnya. Dengannya dan anak laki-lakinya, Kitaro hidup di Ward, di pinggiran Boulder, Colorado (AS) di sebidang tanah yang luasnya 730,000 m²) dan mengarang lagu-lagunya di studio rumahnya "Mochi House" yang luasnya 230 m² (cukup luas untuk menampung sebuah orkestra dengan 70 orang pemain).

Baca Selengkapnya.....