Rabu, 18 Juni 2008

hapuskan semua kenangan

Kenangan yang terhayut oleh arus waktu
Yang tlah membawanya pergi jauh
Ternyata masih terkunci rapat di “sini”
Mengapa kenangan itu bagai sebuah pahatan dipohon
Yang kan slalu terukir hingga di ujung waktu
Bagai kristal yang sekali jatuh hanya menyisahkan kepingan kepedihan
Dan luka sayatan yang teramat sangat

Oh Tuhan! Hapuskan semua kenangan itu
Seperti ombak-Mu yang Kau hempaskan di pesisir pantai
Menghapus bersih bangunan kastil dari pasir yang telah indah terbangun
Terganti akan keindahan isi laut-Mu
Dan biarkan aku mengambil kerang terindah-Mu
‘Kan kutiup dengan penuh harapku
Hapuskan semua bayangnya dari hidupku dari setiap langkahku
Karna kini telah hadir seseorang
Dan memintaku mengisi hidupnya dengan tulus kasihku
Hingga terbangun sebuah Keharmonisan Keluarga

Oh Tuhan! Hanya satu harapku, hanya satu pintaku
Kelak kuingin tempat tinggalku adalah sebuah rumah yang berdiri kokoh
Yang ‘kan slalu terisi dengan cinta dan kasih sayang
Bukan hanya sekedar sebuah bangunan

Oh Tuhan! Berikan aku kekuatan-Mu
Agar ku dapat lebih mencintainya seperti aku yang lebih mencintai-Mu
Hingga ku takkan pernah bisa berpaling darinya
Seperti aku yang takkan pernah bisa berpaling dari-Mu
Dan berikan dia satu hati seperti Kau yang hanya memberikanku satu hati
Dan biarkan dua hati menjadi satu
Menjadi satu ikatan suci yang takkan pernah ternodai
Dan takkan terpisahkan hingga di ujung waktunya.

Tidak ada komentar: